Majlis Maiyah Telatah Demak

Bulus, Mlebu Alus

Mukadimah Kalijagan Maret 2022

Konon beda manusia dengan monyet salah satunya terletak pada jempolnya. Jempol manusia bisa menyentuh seluruh jari yang lain, sedangkan jempol monyet tidak bisa menyentuh seluruh jari. Hanya urusan jari tetapi bisa memungkinkan perbedaan yang signifikan. Karena tidak bisa menyentuh seluruh jari, atau tidak bisa menjalankan jari lainya secara optimal maka hanya mengandalkan kepalan (power grip) atau kekuatan. Padahal hal-hal kreatif membutuhkan kelincahan jari yang lain. Contoh, kerampilan bermain gitar, piano, atau kerampilan melukis, menganyam dibutuhkan kekuatan jari yang lain, (presisi grip). Mari kita tengok ke belakang, perubahan sosial di Indonesia akhir-akhir ini lebih banyak menggunakan kepalan atau memberi kesempatan jari yang lain (keindahan) untuk melakukannya?

Teori yang lain disampaikan oleh Gramsci. Dalam perubahan sosial ada dominasi dimana satu kelompok masyarakat diubah dengan cara kekuatan, kekuasaan, tekanan, dan ancaman. Gampangnya, diacungi begil sambil bilang; kamu berubah apa tidak?
Cara lain untuk mengubah adalah dengan cara hegemoni budaya yautu dengan cara mengubah kesadaranya bisa melalui film, iklan, musik, sehingga pelan-pelan dia berubah sendiri kesadarannya.

Kalau pakai teorinya Alfatikah dan Annas, Allah itu dasarnya kasih sayang. Ia memiliki kekuatan dan kekuasaan, tetapi itu bahasa kasih sayangNya. Atau kalau mengunakan cara yang lembut manusia tidak juga berubah, maka Allah menunjukkan kekuatannya. Cara menaklukan preman harus dengan menunjukkan kekuatan. Kalau dengan istri, jika bisa cukup menunjukkan kasih sayang saja, tidak perlu menggunakan kekuatan dan kekuasaan kita.

Lalu bagaimanakah Walisongo mengubah masyarakat Jawa? Dengan cara kekuatan atau dengan lembut? Di Masjid Agung Demak ada gambar Bulus. Kita mengenalnya sebagai petanda waktu masjid tersebut berdiri. Tapi kita juga bisa memberi arti jika bulus bermakna mlebu alus, masuknya masyarakat ke dalam Islam dengan cara lembut atau alus.

Majlis Masyarakat Maiyah Kalijagan Demak adalah bagian dari Majlis Masyarakat Maiyah Nusantara.