Majlis Maiyah Telatah Demak

Hidup Itu Perjalanan

Menurut pandangan Nabi Muhammad SAW, bahwa hidup ini bagaikan sebuah perjalanan. Setiap orang ibarat seperti pengembara di belantara raya kehidupan. Ibnu Mas’ud seorang sahabat Nabi menceritakan kepada kita:
Pada suatu ketika Nabi tidur di atas tikar. Ketika bangun, tampak di tubuh beliau bekas cetakan tikar. Aku mengatakan: “Wahai Nabi, bolehkah kami ambilkan kasur untukmu?” Nabi menjawab: “Apakah artinya aku dan kehidupan di dunia ini? Di sini aku hanyalah bagaikan pengembara yang bernaung untuk istirahat sementara di bawah pohon. Sesudah itu berangkat lagi dan meninggalkan tempat itu”.

Lantas, jalan manakah yang paling baik untuk kita tempuh menuju Allah? Jawabannya tentu ada lebih dari seribu jalan untuk menuju Tuhan. Tetapi ada satu jalan yang terbaik, termudah dan tercepat yang dapat mengantarkan kepada tempat persinggahan terakhir kita, kembali kepada Allah, tempat kita berasal dengan nyaman adalah: memberikan pelayanan yang baik dan membagikan kegembiraan kepada manusia serta meniadakan penderitaan mereka.

Seperti pernyataan Nabi ketika ditanya: “Siapakah muslim itu?” Beliau menjawab: “Seorang muslim adalah, dia yang kehadirannya membuat orang lain merasa nyaman, tidak terganggu oleh kata-kata atau ucapan yang melukai dan tindakannya yang menyakitkan.

 

Perjalanan Kalijagan

Kini, Kalijagan memasuki empat tahun usianya. Dari perjalanan sejak terselenggaranya forum Kalijagan di Kabupaten Demak, boleh jadi berasal dari bisikan atau ilham dari Allah, karena tidak pernah dirancang dan dikonsep oleh siapapun. Kegiatan yang diagendakan sebulan sekali ini mengalir begitu saja hingga sampai kini dan nanti insyaAllah tetap mengalir menuju muara ridhoNya.

Salah satu rahmat Allah yang membuat saya bersyukur adalah adanya Kalijagan yang dianugerahkan kepada tanah Wali ini. Selain memberikan pelayanan yakni, sinau bareng, juga mengajak jamaahnya khususnya saya untuk berusaha mencari dan menemukan bentuk kegembiraan untuk dibagikan kepada sesama. Dan aliran rahmat-Nya mendorong kita untuk lebih mencintai dan menyayangi sesama manusia, mengalahkan diri dari pusat dunia kita, dan memperlakukan setiap orang tanpa kecuali dengan santun, keadilan, kehormatan secara mutlak. Saya kira begitu proses perjalanan sejak terselenggaranya Kalijagan yang mengalir selama empat tahun ini.

Pengasuh Markaz Tanbihun, Bomo, Getas, Wonosalam, Demak