Majlis Maiyah Telatah Demak

MENGEJA KELUARGA

Seberapa pentingkah arti keluarga bagi manusia dan peradaban umat manusia? Sebuah pertanyaan yang butuh perenungan mendalam untuk mendapatkan jawabannya. Ada satu kelompok masyarakat yang sangat menghormati keluarga. Mereka menganggap keluarga adalah sebuah kelompok terkecil dan terdekat bagi individu-individu, maka keluarga harus diikat melalui satu ikatan suci yang dimulai dari pernikahan. Namun di belahan dunia lain, seiring dengan tebalnya moderenitas di satu tempat di mana individualitas teramat kentara, keluarga atau hubungan perkawinan dianggap sebagai sebuah beban. Menikah adalah menambah beban hidup, menikah juga menambah urusan yang kian ruwet. Mereka tidak ingin  direpotkan dengan masalah-masalah bayi menangis, mengganti popok, dan lain sebagainya. Kebahagiaan adalah kebahagiaan individu. Berkeluarga bukan menjadi sesuatu keharusan. Orang bebas memilih cara mereka berhubungan dengan lawan jenis.

Berbeda dengan di sini, di Indonesia. Lembaga keluarga masih dijunjung tinggi, perkawinan masih dihormati. Bahkan di sini orang yang belum memiliki pasangan sering menjadi korban gurauan. Di sini, tidak memiliki pasangan seolah sebuah kesalahan. Hal itu tidak terjadi di negera yang individualitasnya tinggi, orang bebas memilih apakah hidup sendiri atau berumahtangga.

Bukti bahwa berumahtangga atau berkeluarga masih menjadi hal yang sangat penting adalah kita sering mendapati adanya pertanyaan saat kunjungan lebaran. Tidak jarang para sanak saudara melontarkan pertanyaan, “Mana calonmu?”

Di sini keluarga memiliki peran yang sangat penting. Ia merupakan tempat berangkat sekaligus kembali. Orang tidak pernah bisa beranjak dari keluarga. Sebagai tempat berangkat, keluarga memberi bekal ilmu dan ketangkasan bagi anak-anak untuk menyiapkan hidup di masyarakat yang lebih luas. Bekal pendidikan dari keluargalah yang akan menentukan karakter anak seperti apa nantinya. Keluarga juga tempat untuk kembali, setiap lebaran kita akan kembali ke keluarga kita. Menjenguk mereka, mengetahui keadaannya, dan saling mendoakan.

Di Jawa, keluarga beralih rupa menjadi sanak, brayat, sedulur, dan masih banyak istilah lain. Bahkan keluarga juga menjadi istilah untuk sebuah cara menyelesaikan masalah. Kita sering mendengar istilah, “diselesaikan secara kekeluargaan.” Maksudnya diselesaikan tidak dari jalur hukum positif atau kepolisian dan pengadilan.

Kalijagan edisi Maret 2020 ini akan mempelajari tentang keluarga dan arti pentingnya.

Redaksi Kalijagan
Majlis Masyarakat Maiyah Kalijagan Demak adalah bagian dari Majlis Masyarakat Maiyah Nusantara.