Majlis Maiyah Telatah Demak

Ngerekso Pakerti

Mukaddimah Maiyah Kalijagan Demak edisi 7 Desember 2018

 

Rasulullah Muhammad bulan (Rabi’ul Awwal) ini, berabad-abad lalu dilahirkan di Mekah, Saudi Arabia. Tepatnya, 12 Rabi’ul Awwal. Hampir, muslim seluruh dunia, khususnya Indonesia, memperingati kelahiran Beliau. Dari situ, perlu dipertanyakan: mengapa yang diperingati adalah kelahirannya, bukan kewafatannya? Sementara seorang muslim, selain Beliau, yang diperingati adalah kewafatannya.

Dari pertanyaan itu, ada suatu jawaban begini: kelahiran Muhammad, sudah pasti menjadi rahmat dan kebaikan pakerti bagi semesta alam. Sementara, kelahiran kita, belum tentu menjadi seperti itu. Sehingga momentum penanda kebaikan kita, hanya terbatas pada kematian. Mampu khusnul khotimah atau tidak.

Membicarakan kelahiran Muhammad, kita tentu akan diajak merenung serta berpikir pada suatu ayat, “Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), kecuali untuk menebar Rahmat bagi semesta alam” (QS. Al Anbiya’: 107). Serta hadits: Sesungguhnya Aku diutus untuk menyempurnakan pakerti (HR. Bukhari).

Dari dua ayat dan hadits tersebut, ada point of view yang kita pegangi. Pertama, kita menjadi penerus penebar rahmat. Kedua, kita menjadi agen penjaga pakerti, sebagai umat Muhammad. Selebihnya, mengenai Kanjeng Nabi Muhammad sebagai Penjaga akhlak, tema Ngerekso Pakerti, menjadi penanda syukur Maiyah Kalijagan, 7 Desember 2018, 20.00 WIB dalam merayai Maulid Muhammad 1440 H. [HBA/ Redaksi Kalijagan.com]

Avatar photo
Majlis Masyarakat Maiyah Kalijagan Demak adalah bagian dari Majlis Masyarakat Maiyah Nusantara.
  • Kum