Majlis Maiyah Telatah Demak

Karawuhan Sedulur ‘Tasawuf Cinta’ Nganjuk

Malam hari Sabtu (28/04) kami mendapat kabar, sedulur-sedulur Tasawuf Cinta dari Nganjuk akan ziarah ke Kudus dan Demak. Kabar itu datang dari teman-teman Sedulur Maiyah Kudus (Semak). Saat itu kami, Maiyah Kalijagan Demak sedang berkumpul di rumah Kang Yanto untuk melaksanakan rembuk persiapan acara Kalijagan yang akan dilaksanakan pada tanggal 4 Mei 2018. Kami mendapat kabar bahwa rombongan dari Nganjuk sudah sampai Cepu.

Kami selalu koordinasi dengan sedulur-sedulur Semak, karena Masjid Menara Kudus biasanya tutup pada malam hari maka kemungkinan akan ke Demak dulu, kami siap menyambut – toh kami memang sedang kumpul.

Kami mendapat kabar lagi, rombongan mengalami kendala. Bus tidak bisa berjalan cepat karena ada beberapa kerusakan maka kemungkinan sampai tidak pasti. Beberapa teman Kalijagan menanti di rumahku, Ipnu pulang dari rumahku pukul tiga, sedang Labeb pulang habis subuh.

Pagi hari (29/04) kami mendapat kabar, rombongan sudah sampai Kudus, di Kudus ada beberapa tujuan. Ternyata sebelum ke Demak, rombongan ke Jepara dulu hingga menjelang asyar mereka baru sampai ke Demak. Terlebih dahulu di Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu bari dilanjutkan di Masjid Agung Demak. Parkir dilakukan di Tembiring dan perjalanan dari Tembiring ke Masjid dilaksanakan dengan jalan kaki, ojek, dokar, dll.

Di Masjid inilah sedulur-sedulur Kalijagan (Ziul Hak, Ipnu, Kang Hayar datang menyusul) bersua dengan sedulur-sedulur Tasawuf Cinta. Rombongan satu bus dan satu mobil, kira-kira empat puluh lebih jumlahnya. Dari anak-anak hingga usia sepuh.

Kami bersua dan bercengkrama bagaikan sedulur yang sudah kenal lama sekali, langsung akrap dan membagi cinta. Setelah ziarah sulur-sedulur Tasawuf Cinta dilakan pinarak di rumahku, yang jaraknya dari masjid hanya 10 menit. Wajib bagi kami untuk hormat tamu, semampu-mampu kami. Di ruang yang sempit itu sedulur dari Nganjuk itu kami pinarakan, duduk di karpet di emper depan rumah. Ngobrol tentang apa saja, tentang awal mula bermaiyah. Kata Mas Isa salah satu rombongan Tasawuf Cinta sudah setahun setengah, bulan sura ulang tahun, sebagai jamaah dan kumpul sebenarnya sudah lama, sejak 2001, tetapi menggabungkan diri dengan Maiyah baru setahun lebih ini, kata mas Isa Anshori. Dan hal itu atas saran Mbah Din, sesepuh Tasawuh Cinta. Pada kesempatan itu Mbah Din juga turut serta dalam rombongan ziarah.

Kami solawatan bersama, mengungkapkan cinta kepada sang utusan Muhammad, kami bermunajat Maiyah. Pukul 21.00. WIB rombongan kembali menuju bus yang akan membawa mereka kembali ke Nganjuk. Kami berpisah dengan pelukan erat satu-satu, kami belum pernah bertemu sebelumnya, tapi kami seperti saudara bertahun-tahun. Kami disatukan oleh persaudaran kecintaan pada Allah, Rasulullah, dan wasilah Maiyah – Mbah Nun. Sampai bertemu di lain kesempatan. [Muhajir Arrosyid/Redaksi Kalijagan.com]

Avatar photo
Majlis Masyarakat Maiyah Kalijagan Demak adalah bagian dari Majlis Masyarakat Maiyah Nusantara.
  • Kum